Minggu

contoh tabungan

TUGAS MANDIRI
MATEMATIKA






DI SUSUN


O
L
E
H



SUSILOWATI
( 814 341 909 )















UNIVERSITAS TERBUKA MALANG
FAKULTAS PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR






I Mata Uang dan Pembelajarannya di SD dengan
Media dan Metode yang Sesuai


Sebelum manusia mengenal mata uang sebagai alat tukar / alat tukar kegiatan jual beli pada dulu dengan cara tukar menukar standar barang ( barter ) dan mereka juga menggunakan alat tukar yang lain seperti emas.
Mata uang yang dipergunakan oleh setiap bangsa jenisnya satu sama lain berbeda. Demikian pula dengan standar besarnya atau nilainya kita mengenal mata uang al :
• Rupiah untuk orang Indonesia
• Ringgit untuk orang Malaysia
• Dolar untuk orang Amerika
• Pounderling untuk orang Inggris.

Dengan mengenali macam – macam nilai mata uang ataupun, sangat membantu kita dalam mengelompokkan nilai uang.
Contoh : Nilai uang Rp. 1.375,00 apabila di kelompokkan ke dalam macam-macam mata uang, diantaranya akan diperoleh :
a) 1 lembar uang dengan nilai Rp. 1.000,00
b) 3 lembar uang dengan nilai Rp. 100, 00
c) 1 keping uang dengan nilai Rp. 50,00
d) 1 keping uang dengan nilai Rp. 25,00

disamping kita dapat mengelompokkan nilai uang dengan jumlah tertentu ke dalam macam – macam mata uang, kitapun dapat menghitung besarnya nilai uang dari kelompok mata uang.
Untuk pengajaran konsep mata uang beserta operasinya dapat dilakukan dengan cara Demontrasi dan pemberian tugas ( latihan ).
Dilakukan strategi belajar semacam itu agar murid di dalam memahami pengertian macam – macam mata uang tidak asing dalam menghadapi kondisi praktis yang ada di sekitar mereka.
Dalam kegiatan pembelajaran mengenai uang dan perdagangan, akan di bahas mengenai pengertian untung dan rugi beserta persentasenya.
Dalam hal ini penetapan untung dan rugi dapat ditentukan berdasarkan harga pembelian ataupun harga penjualan.
Seseorang akan memperoleh untung apabila yang bersangkutan menjualkan barang – barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembelian. Begitu pula sebaliknya . berarti ada selisih antara harga jual dan harga beli .
Perhitungan besarnya keuntungan atau kerugian dari suatu penjualan terkadang ditentukan oleh situasi yang sebaliknya.
Besarnya nilai keuntungan atau kerugian dalam suatu perdagangan sering dinyatakan dalam nilai persentase.
Nilai persentase untung atau rugi pada dasarnya mengalikan perbandingan nilai untung atau rugi dengan suatu harga pembelian / penjualan terhadap nilai 100 %.
Contoh :
Pak Agung membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 4.500.000,00.
Satu tahun kemudian tanah Pak Agung dijual Rp. 6.000.000,00 . berarti keuntungan Pak Agung sebesar Rp. 1.500.000,00.
a) Persentase keuntungan Pak Agung terhadap harga pembelian adalah
1.500.000 x 100 % = 33,33 %
4.500.000
b) Persentase Keuntungan Pak Agung terhadap harga penjualan adalah :
1.500.000 x 100 % = 25 %
6.000.000

2. Pengiriman dan Penyimpanan Uang serta pembelajaran di SD


BENTUK - BENTUK PENGIRIMAN DAN PENYIMPANAN UANG

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari apa yang dinamakan uang.
Uang berfungsi sebagai alat bayar, alat tukar dan juga sebagai alat investasi / menyimpan modal . Kalau perdagangan tersebut sudah meruapakan perdagangan antar daerah tentu akan dicari sarana yang praktis ntuk transaksi jual beli tersebut.
Misal Transaksi jarak jauh
Si penjual dan Si pembeli tetap berada di kotanya / di daerahnya masing-masing . untuk pembayaran transaksi jual beli bisa dilakukan dengan Pos. selain itu juga bisa melalui Bank, yaitu dengan cara transfer Bank. Hanya saja kalau transfer bank ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang menjadi nasabah Bank saja.

Karena sekarang zaman sudah maju dan teknologi sudah berkembang dengan pesat, oleh karena itu sekarang ini dimana mana sudah berdiri bank sebagai lembaga keuangan yang fungsinya menerima simpanan masyarakat, yang bisa berupa tabungan, simpanan deposit. Simpanan masyarakat ini oleh bank akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit.
Akan tetapi ada sebagian orang memilih membeli surat – surat berharga seperti saham dan obligasi untuk menyimpan uang dengan kata lain untuk investasi.
Adapun mengenai pengiriman dan penyimpanan bisa juga melalui WESEL POS.
Wesel Pos adalah suatu blangko yang dikeluarkan ole PN, Postel yang di gunakan untuk pengiriman uang melalui pos ialah :
• Kolom pengiriman , jumlah uang dan tanggal pengiriman
• Kolom alamat dan kolom uang
• Kolom berita
Contoh wesel POS


















WESEL ialah :
Suatu perintah membayar dari seseorang ( yang mempunyai piutang ) kepada orang yang mempunyai utang kepadanya.
Di dalam wesel tercantum hal-hal sebagai berikut :
a. Pada ruangan kata ( teksnya ) harus ada menyebut kan wesel / surat wesel.
b. Perintah tidak bersyarat mengenai pembayaran sejumlah uang.
c. Nama yang akan membayar.
d. Penetapan hari pembayaran
e. Penetapan tempat, dimana wesel itu harus di bayar.
f. Nama orang yang di tunjuk kepada siapa pembayaran itu harus dilakukan.
g. Tanggal dan pembuatan wesel.
h. Tanda tangan pembuat.


Contoh wesel

Bandung, 5 Desember 1986
















WESEL ADA DUA JENIS YAITU :
a. Wesel yang berbunga
Pada wesel ini harus di cantumkan bunga – bunga wesel pertahunnya.
Nanti pada saat menerima, penarik akan memperoleh nilai nominal wesel di tambah bunga.
b. Wesel tidak berharga
Pada saat penarik menerima pembayaran, hanya akan menerima sejumlah nominalnya.

Wesel berfungsi sebagai :
a. Alat pembayar ( membeli barang dengan mengeluarkan wesel )
b. Sebagai alat kredit ( meminjamkan uang dalam mengeluarkan wesel atau menjaminkan uang dalam mengeluarkan wesel atau menjaminkan wesel.

TABUNGAN ialah
Simpanan dari pihak ke tiga kepada bank yang penarikanya ( pengambilan ) hanya dapat di lakukan menurut syarat-syarat tertentu .
Jenis-jenis Tabungan :
a. Tabungan pembangunan Nasional ( Tabanas )
b. Tabungan asuransi Berjangka. ( Taska )

TABANAS adalah
Bentuk tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan . tabanas pertama kali di canangkan pada Th 1971 yang terdiri dari :
a. Tabanas Umum
b. Tabanas yang berlaku bagi perseorangan dilaksanakan secara mandiri – sendiri oleh penabung yang bersangkutan .
c. Tappelpram ( Tabungan Pemuda, pelajar dan pramuka )
d. Tabanas Pegawai
( Tabanas khusus pegawai dari semua golongan kepangkatan di lingkungan departemen lembaga / instansi pemerintah dan perusahaan pemerintah maupun swasta yang dilakukan secara kolektif

syarat – syarat Tabanas :
• Menyetor uang tunai ( minimal Rp 250 ), cek atau bilyet Giro
• Dalam satu bulan dapat di ambil hanya 2 kali
• Penabung hanya dapat memiliki satu buku tabungan simpanan sampai dengan Rp. 1.000.000,- jasanya 12 %

TASKA ialah
Taska ( Tabungan Asuransi Berjangka )
Yaitu bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa
Taska ada beberapa jenis yaitu :
a. Seri A dg nominal Rp. 6.300,- dab jangka waktu 1 Th
b. Seri B merupakan kelipatan dari seri A dengan nominal Rp. 12.000,- dan maksimal Rp. 504.000 dengan jangka waktu 1 Th.
c. Seri C terdiri dari sepuluh jenis yaitu seri C , sampai C 10 dengan jangka waktu 3 tahun dan besarnya nilai nominal tergantung dan besarnya nilai nominal tergantung dari kebijaksanaan bank yang bersangkutan.


DEPOSITO adalah
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat di lakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dari bank. Orang yang menyimpan uang dalam bentuk deposito dinamakan DEPOSAN .
Macam – macam Deposito :
a. Deposito Valuta asing berjangka
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank dalam bentuk mata uang asing
b. Deposito On Call
Simpanan yang tetap berada di bank selama deposan tidak membutuhkanya.
( apabila akan menarik simpanan terlebih dahulu memberiahukanya kepada bank)
c. Deposito Automatic Roll - Over ( ARO )
Deosito yang sudah jatuh tempo, tetapi belum di uangkan berarti uang deposan mengnganggur tanpa bunga.
Dengan Deposito Automatic Roll Over uang deposito secara otomatis di perhitungkan bunganya, begitu jangka waktu deposito habis waktunya, uang deposan akan terus di beri bunga dan tidak pernah mengganggur seandainya deposan tidak menarik simpananya yang sudah jatuh tempo.

CEK adalah suatu surat perintah membayar sejumlah uang dari seorang nasabah kepada bank. Pemilik rekening tersebut dinamakan nasabah bank yang masing – masing nasabah memiliki nomor rekening sebagai alat untuk mengambil uang jika nasabah memerlukannya maka bank akan memberikan buku cek.
Cek boleh di tolak oleh penerima jika mereka meragukan cek tersebut.
Sebuah cek dapat dinamakan cek apabila memuat :
1. Nama bank
2. Nomer rekening nasabah yang bersangkutan
3. Tempat dan tanggal pembuatan cek
4. Tanda tangan yang memberi perintah
5. Perintah membayar sejumlah uang.
6. Cap nasabah ( apabila ada / perusahaan instansi )








Contoh cek :












MACAM – MACAM CEK
1. Cek pada Si pembawa
Cek yang tidak menyebut nama penerima . pembayaranya dapat dilakukan kepada siapa saja yang membawa cek tersebut.
2. Cek atas nama :
Pembayaranya hanya dapat dilakukan kepada orang yang namanya tercantum pada cek tersebut.
3. Cek Perjalanan :
Cek yang dapat di pakai oleh mereka yang berada dalam perjalanan / bepergian
4. Cek bersilang :
Cek yang bagian mukanya di beri dua garis sejajar yang menunjukkan bahwa cek tersebut hanya dapat di bayar kepada bank.
Cek semacam ini tidk dapat di tunaikan, cek bersilang ini ada dua macam :
• Cek silang umum :
Cek yang di beri silang dan di antara kedua garis silang itu tidak dicantumkan nama bank.
• Cek silang khusus :
Cek yang di beri silang di mana di antara kedua garisnya di cantumkan nama Banknya.
Yang di maksud cek Mundur adalah :
Sehelai cek yang di buat pada saat ini tetapi tanggalnya pada cek di tulis mundur.
Berlakunya cek adalah :
Sejak tanggal yang tercantum dalam cek itu sampai batas tujuh puluh hari.

SAHAM
Surat saham disebut juga surat SERO adalah :
Suatu surat benda bukti menanamkan sejumlah dalam suatu perusahaan.
Bagian laba yang di terima oleh pemegang saham tersebut di namakan DEVIDEN yang di terima pada waktu-waktu tertentu .
Contoh


















BENTUK – BENTUK SAHAM
1. Saham atas nama yaitu :
saham yang dicantumkan nama pemegang sahamnya. Saham ini tidak dapat diperjualbelikan
2. Saham Pembawa ( Terbuka ) yaitu :
Saham yang dikeluarkan tanpa nama pemegang sahamnya.
3. Saham biasa yaitu :
Saham yang mempunyai hak-hak prioritas istimewa. Pemegang saham ini dalam mendapatkan deviden sangat tergantung turun naikknya keuntungan perusahaan, jadi deviden yang akan diterimanya tidak tetap.
4. Saham Istimewa yaitu :
Saham yang mempunyai hak-hak istimewa
Lembaran saham terdiri dari dua bagian yaitu :
• Lembar induk disebut Mantel.
Merupakan bagian muka luar saham yang berisi pernyataan perusahaan sebagai bukti keikutsertaan pemilikan saham.
• Lembar belakang yaitu :
Lembar yang digunakan untuk alat mendapatkan hak laba ( deviden ) lembar belakang ini disebut juga lembar deviden / Talon.
Nilai saham terdiri dari nilai nominal dan nilai jual . Nilai Nominal yaitu nilai yang tercantum lembaran

SAHAM

Nilai jual terdiri dari :
1. Sama dengan nilai nominal
2. Di bawah nilai nominal
3. Di atas nominalnya


OBLIGASI adalah Surat tanda pinjaman uang yang uang dalam jumlah yang besar, dapat dilakukan dengan berbagai cara ( pinjaman )
1. Pinjaman jangka pendek yaitu :
Pinjaman yang harus di kembalikan sebelum masa satu tahun.
2. Pinjaman jangka panjang yaitu :
Pinjaman yang akan di kembalikan setelah lebih dari satu (1) tahun.
OBLIGASI yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan terdiri dari :
• Atas dasar jaminan ( anggaran ) barang / benda
• Tanpa jaminan ( atas kepercayaan saja )
Pemegang obligasi ini disebut KUPON
Tanggal pembayaran bunga disebut Hari Kupon
Kupon yang di bayarkan kepada para pemegang obligasi terdiri dari :
• Bunga tetap / obligasi biasa
( Dasar bunganya tidak berubah )
• Besarnya bunga berubah
(dasar bunganya berubah dan terus meningkat )





Contoh – contoh Obligasi :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar